SIAPA SEBENARNYA PEMIMPIN KITA?

Rasul atau nabi, dan juga ulama yang bersifat rasul atau bersifat nabi adalah pemimpin. Pemimpin yang membawa manusia kepada Tuhan. Kalau begitu bukan semua orang yang boleh jadi pemimpin. Jika dia bukan rasul atau nabi atau ulama yang bersifat rasul atau nabi. Ramai para pemimpin bukan membawa orang kepada Tuhan tapi kepada syaitan. Tapi mereka tidak sedar.

Rasul atau nabi, dan juga ulama yang bersifat rasul atau bersifat nabi adalah pemimpin. Pemimpin yang membawa manusia kepada Tuhan. Kalau begitu bukan semua orang yang boleh jadi pemimpin. Jika dia bukan rasul atau nabi atau ulama yang bersifat rasul atau nabi. Ramai para pemimpin bukan membawa orang kepada Tuhan tapi kepada syaitan. Tapi mereka tidak sedar.

Di dalam Al Quran Surah Al Maidah ayat 55 hingga 56, menyebutkan 3 kategori pemimpin iaitu Allah, Rasulullah, orang Mukmin, iaitu orang mukmin yang mendirikan solat, mengeluarkan zakat dan yang rukuk kepada Allah, yang tunduk dan patuh pada Allah. Allah berfirman dalam Al Qur'an yang bermaksud: "Sesungguhnya pemimpin kamu itu adalah Allah dan Rasul dan orang-orang Mukmin yang mendirikan solat, mengeluarkan zakat dan mereka rukuk pada Tuhan. Barang siapa yang menjadikan Allah, Rasul dan orang Mukmin sebagai pemimpin itulah yang sebenarnya partai Allah. Ketahuilah olehmu bahwasanya partai Allah pasti akan mendapat kemenangan". (Al Maidah 55-56) Mengapa Tuhan mengatakan Allah, Rasul dan juga orang Mukmin itu sebagai pemimpin? Sebab Allah itu bukan dari jenis makhluk, Dia Zat yang Maha Suci, yang Maha Suci dari pada menyerupai segala jenis makhlukNya. Di antara makhluk yang utama ialah manusia yang Allah ciptakan untuk menjadi hamba dan khalifahNya di muka bumi. Yang lain itu Tuhan ciptakan untuk menjadi alat dan menyokong tugas khalifah, bukan untuk Allah. Allah tidak memerlukan apa-apa dari ciptaanNya. Kerana Allah adalah pemimpin yang bukan jenis manusia, maka segala arahannya diberikan melalui perantaraan manusia iaitu Rasulullah. Maha suci Tuhan dari pada melakukan perbuatan seperti manusia. Tuhan menyuruh manusia bersolat, maha suci Tuhan dari pada bersolat, atau melakukan solat sampai orang faham. Segala perintah, suruhan dan larangan Tuhan tentu Tuhan tidak akan lakukan perintah itu untuk mengajar manusia. Sebab itu Allah melantik pemimpin yang mewakili Dia dari jenis manusia juga. Mereka itulah para Rasul. Jadi Allah memberi perintah dan larangan atas dasar ilmu, lalu Rasul yang melakukan dan mencontohkan arahan dan perintah Tuhan itu, dan pengikut-pengikutnya hanya bersandar pada apa yang dicontohkan oleh Rasul. Kalau bukan Rasul yang melakukan dan mencontohkan arahan dan perintah Tuhan itu, orang lain tidak tahu bagaimana hendak melakukan perintah suruhan dan larangan itu. Kerana itu penting adanya Rasul sebagai penghubung manusia dengan Tuhan. Itulah hikmahnya Tuhan lantik Rasul untuk melakukan dan mencontohkan arahan, perintah dan larangan Tuhan. Tanpa contoh dan teladan dari Rasul kita tidak dapat melakukan perintah-perintah dan larangan-larangan Tuhan yang diberikannya melalui wahyu. Kita tidak dapat memisahkan Tuhan dan Rasul. Sebab itu bila hendak masuk Islam mesti membaca 2 kalimah syahadat sekali. Perlu menerima Allah sebagai Tuhan dan Muhammad sebagai Rasulullah. Pemimpin manusia yang sebenar adalah Allah, tetapi Dia bukan sejenis dengan makhluk. Sedangkan untuk manusia itu faham semua arahan dan larangan Tuhan, dia memerlukan contoh yang dapat dilakukan oleh pemimpin yang berjenis manusia juga. Kalau tidak ada Rasulullah, manusia tidak tahu dan tidak faham bagaimana hendak melaksanakan seluruh perintah dan larangan Tuhan. Sebab itu dalam syahadat digabungkan kesaksian terhadap Allah sebagai Tuhan dan Muhammad sebagai Rasulullah. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya Rasulullah bagi kehidupan manusia. Dalam ayat tadi disebut bahwa pemimpin itu bukan Rasulullah saja, tetapi setelah Rasulullah disebut juga orang mukmin yang mendirikan solat. Di sini disebut pemimpin yang mendirikan solat bukan yang sekadar mengerjakan solat, tapi pemimpin yang dapat menghayati dan menjiwai solat. Seorang pemimpin itu di mana-mana dia solat. Di bilik, di pasar, di masjid, di pejabat, di tempat bekerja, di mana-mana, di kampung, di kota, solat dia solat. Ertinya seluruh tindak tanduknya di mana saja dia berada melambangkan ikrar dia di dalam solat. Itulah yang dimaksdukan dengan solat di mana-mana. Sebab itu dikatakan aqimussolah, dirikan solat, bukan dikatakan orang yang bersolat. Jadi dari ayat ini jelaslah bahwa selepas Rasul ada manusia yang menjadi pemimpin yang bukan Rasul, tetapi menjadi bayangan Rasul. Tauhidnya, rasa bertuhannya, ibadahnya, akhlaknya dan seluruh aspek kehidupannya benar-benar mencontohi Rasulullah. Dia solat dimana-mana, ertinya seluruh tindakannya menggambarkan ajaran solat. Manusia seperti ini yang mesti dijadikan pemimpin oleh umat Islam. Siapa yang menjadikan Allah, Rasul, dan orang mukmin bayangan Rasul sebagai pemimpin, dia ikut dalam partai Allah. Walau tidak disebut sebagai partai Islam, tetapi kalau ciri-ciri ini ada dalam partai atau organisasi tersebut, otomatik dia jadi parati Islam. Tetapi jika disebut sebagai partai islam atau partai Allah tanpa ada ciri-ciri itu, ertinya partai atau organisasi itu bukanlah partai Allah, bahkan mereka sudah mempersenda dan mempermainkan Tuhan.